
TL;DR
NB adalah singkatan dari nota bene, frasa Latin yang berarti “catatan yang perlu diperhatikan”. Menurut KBBI, notabene punya dua makna: catatan tambahan di akhir surat, dan kata penghubung yang berarti “sekaligus juga” di tengah kalimat. Penulisan baku yang benar adalah “notabene” (satu kata, tanpa imbuhan -nya kecuali memang diperlukan secara gramatikal).
Di bagian bawah sebuah surat undangan, setelah nama pengirim, tertulis: “NB: Harap membawa kartu identitas.” Semua orang paham maksudnya. Tapi tidak semua tahu bahwa kata yang sama, notabene, juga bisa muncul di tengah kalimat dengan makna yang berbeda sama sekali. Di sanalah NB lebih dari sekadar singkatan di pojok bawah surat.
NB Adalah Singkatan dari Nota Bene
NB adalah singkatan dari nota bene, frasa dari bahasa Latin. “Nota” artinya catatan, “bene” artinya baik atau dengan baik. Secara harfiah, nota bene berarti “catatan yang perlu diperhatikan” atau “perhatikan dengan baik”.
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini diserap menjadi satu kata: notabene. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mencatat notabene sebagai kata benda dengan dua makna yang berbeda, bukan sekadar singkatan di akhir surat.
NB bisa ditulis dalam beberapa format: NB, N.B., nb, atau n.b. Semuanya merujuk hal yang sama. Perbedaan penulisan ini umumnya hanya soal konteks: surat resmi cenderung memakai N.B. atau NB dengan huruf kapital, sedangkan pesan digital lebih sering memakai nb huruf kecil.
Dua Makna Notabene Menurut KBBI
Banyak orang hanya mengenal satu fungsi NB. Padahal KBBI mendefinisikan notabene dengan dua makna yang tidak saling menggantikan.
Catatan Tambahan di Akhir Surat atau Dokumen
Inilah penggunaan yang paling banyak dikenal. Dalam surat atau dokumen, NB ditempatkan setelah isi utama untuk menambahkan informasi penting yang perlu diperhatikan pembaca, biasanya hal yang tidak dimasukkan ke dalam tubuh surat tapi tetap relevan.
Contoh: “NB: Parkiran terbatas, disarankan menggunakan kendaraan umum.” Informasi ini sengaja dipisahkan dari isi utama agar tidak terlewat. Cara bacanya pun tegas: ini bukan sekadar tambahan biasa, ini sesuatu yang penulis minta Anda betul-betul perhatikan.
Baca juga: Jurnal Penutup: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya
“Sekaligus Juga” di Tengah Kalimat
Makna kedua notabene jarang disebut, tapi ada dalam KBBI dan cukup sering muncul dalam tulisan semi-formal atau pidato. Di sini, notabene berperan sebagai kata penghubung yang bermakna “sekaligus juga” atau “di samping itu juga”.
Contoh dari KBBI: “Yang saya panggil adalah juru potret yang notabene wartawan.” Artinya, orang tersebut adalah juru potret sekaligus wartawan. Contoh lain: “Ia adalah pemasok tunggal yang notabene adik dari sang direktur.” Dalam penggunaan ini, notabene bukan catatan di akhir teks, melainkan penegasan bahwa seseorang atau sesuatu memiliki dua status sekaligus.
NB vs P.S.: Bukan Hal yang Sama
NB dan P.S. sering dianggap sinonim karena keduanya sama-sama muncul di bagian bawah surat. Tapi asalnya berbeda dan fungsinya pun tidak identik.
P.S. adalah singkatan dari Post Script, dari bahasa Latin post scriptum yang berarti “ditulis setelah”. Menurut Wikipedia, NB secara historis digunakan dalam naskah untuk menandai bagian yang harus diperhatikan pembaca secara khusus, sementara P.S. lebih dekat ke pikiran yang baru muncul setelah surat ditandatangani.
Dalam praktik sehari-hari di Indonesia, keduanya memang sering dipakai bergantian. Tapi jika dibedakan: P.S. adalah “oh ya, satu hal lagi yang terlupakan”, sementara NB adalah “ini penting, tolong perhatikan”. Nadanya berbeda, meski posisinya di surat sama.
Cara Menulis NB dan Notabene yang Benar
Ada dua pertanyaan yang paling sering muncul seputar penulisan NB.
“Notabene” atau “notabenya”? Banyak orang menambahkan imbuhan -nya sehingga menjadi “notabenya”. Ini salah kaprah. Bentuk baku menurut KBBI adalah “notabene”. Penambahan -nya hanya dibenarkan jika memang diperlukan secara gramatikal, misalnya: “Isu ini sudah diketahui publik, notabenenya adalah soal transparansi anggaran.” Dalam kasus itu -nya menjadi bagian dari konstruksi kalimat, bukan bagian dari kata dasar.
NB kapital atau tidak? Dalam surat resmi, NB lazim ditulis dengan huruf kapital semua atau dengan titik (N.B.). Penulisan huruf kecil (nb) lazim digunakan dalam pesan digital seperti email atau WhatsApp. Pedoman EYD V Kemendikbud mengatur bahwa singkatan yang dilafalkan huruf per huruf ditulis dengan huruf kapital, sehingga NB dalam tulisan formal sebaiknya tetap ditulis kapital.
Baca juga: Effort Artinya Apa? Makna dan Contoh Penggunaannya
Contoh Penggunaan NB dalam Berbagai Konteks
| Konteks | Contoh Penggunaan |
|---|---|
| Surat undangan | NB: Dress code formal, warna gelap. |
| Pengumuman resmi | NB: Pendaftaran ditutup 3 hari sebelum acara. |
| Pesan atau email | nb: mohon cc ke tim HRD untuk arsip. |
| Kalimat (makna kedua) | Ia adalah pemasok tunggal yang notabene kakak dari sang direktur. |
NB dalam surat dan pengumuman berfungsi sebagai catatan tambahan yang perlu diperhatikan. Notabene di tengah kalimat berfungsi sebagai penanda bahwa seseorang atau sesuatu memiliki dua status sekaligus. Kedua penggunaan ini sama-sama benar, asalkan konteksnya tepat.
Sebagai singkatan yang sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia dan tercatat di KBBI, NB tidak perlu dicetak miring meski asalnya dari bahasa Latin. Yang membedakan penulis yang paham dari yang tidak bukan soal kapital atau huruf kecil, tapi soal tahu fungsi mana yang sedang digunakan: catatan penting di akhir teks, atau penegasan dua peran dalam satu kalimat.


