Jurnal Penutup: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Jurnal Penutup

TL;DR

Jurnal penutup (closing entries) adalah jurnal yang dibuat di akhir periode akuntansi untuk menutup akun-akun nominal seperti pendapatan, beban, ikhtisar laba/rugi, dan prive agar saldonya kembali nol. Ada empat langkah yang harus dilakukan secara berurutan: menutup akun pendapatan, menutup akun beban, menutup ikhtisar laba/rugi ke modal, lalu menutup akun prive. Tanpa proses ini, saldo dari periode sebelumnya akan terbawa dan mengacaukan laporan keuangan di periode berikutnya.

Banyak pemilik usaha atau mahasiswa akuntansi yang sudah teliti membuat jurnal umum dan laporan laba rugi, tapi melewatkan satu langkah di ujung siklus akuntansi: jurnal penutup. Akibatnya, saldo pendapatan dari Desember lalu ikut masuk ke laporan Januari. Modal yang tercatat tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya. Saat ada pemeriksaan, jejak transaksi antar periode jadi susah dilacak.

Jurnal penutup bukan sekadar formalitas tambahan. Ia adalah mekanisme reset yang memastikan setiap periode akuntansi berdiri sendiri, bersih, dan bisa diperiksa tanpa kebingungan. Berikut penjelasan lengkap dari pengertian, fungsi, komponen yang terlibat, sampai cara membuatnya langkah demi langkah beserta contoh konkret.

Apa Itu Jurnal Penutup dalam Siklus Akuntansi

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat di akhir periode akuntansi untuk menutup semua akun nominal yang bersifat sementara. Akun nominal mencakup pendapatan, beban, ikhtisar laba/rugi, dan prive. Setelah proses penutupan selesai, saldo semua akun ini kembali ke angka nol, siap untuk pencatatan di periode berikutnya.

Dalam literatur akuntansi internasional, proses ini dikenal sebagai closing entries. Cara kerjanya sederhana: semua saldo akun sementara dipindahkan ke akun permanen seperti modal atau laba ditahan. Akun permanen inilah yang terus berlanjut dari satu periode ke periode berikutnya dan muncul di neraca.

Jurnal penutup dibuat setelah laporan keuangan tahunan selesai disusun. Urutan dalam siklus akuntansi umumnya adalah pencatatan transaksi, penyesuaian, penyusunan laporan keuangan, kemudian penutupan akun. Melewatkan langkah terakhir ini berarti saldo laba atau rugi dari tahun lalu akan ikut mempengaruhi laporan tahun berikutnya, yang jelas bukan gambaran yang akurat.

Empat Akun yang Ditutup di Akhir Periode

Tidak semua akun ditutup. Yang ditutup hanya akun nominal dan akun pembantu modal. Ada empat komponen utama yang terlibat dalam jurnal penutup.

Akun Pendapatan

Akun pendapatan mencatat semua penghasilan perusahaan selama satu periode, baik dari kegiatan operasional maupun pendapatan lain-lain. Pada perusahaan jasa, ini biasanya berupa pendapatan dari jasa yang diberikan. Pada perusahaan dagang, ini adalah akun penjualan barang.

Saat jurnal penutup dibuat, saldo akun pendapatan dipindahkan ke akun ikhtisar laba/rugi dengan cara mendebit akun pendapatan dan mengkredit akun ikhtisar laba/rugi. Setelah dipindahkan, saldo akun pendapatan menjadi nol.

Akun Beban

Akun beban mencatat semua pengeluaran operasional perusahaan dalam satu periode: gaji karyawan, biaya sewa, listrik, penyusutan peralatan, dan sejenisnya. Kebalikan dari akun pendapatan, akun beban ditutup dengan mengkredit akun beban dan mendebit akun ikhtisar laba/rugi. Setelah langkah ini, saldo akun beban juga menjadi nol.

Ikhtisar Laba/Rugi

Setelah akun pendapatan dan beban dipindahkan ke sini, akun ikhtisar laba/rugi akan menunjukkan hasil akhir periode: laba jika pendapatan lebih besar dari beban, atau rugi jika sebaliknya. Saldo ini kemudian dipindahkan ke akun modal pemilik.

Jika perusahaan memperoleh laba: ikhtisar laba/rugi didebit, modal dikreditkan. Jika perusahaan merugi: modal didebit, ikhtisar laba/rugi dikreditkan. Kondisi ini yang menentukan apakah modal pemilik bertambah atau berkurang di akhir periode.

Akun Prive

Prive adalah penarikan uang oleh pemilik perusahaan untuk keperluan pribadi, bukan untuk operasional usaha. Akun ini perlu ditutup karena mempengaruhi saldo modal. Cara menutupnya: debit modal dan kredit prive sebesar total penarikan. Setelah ditutup, saldo prive menjadi nol dan modal mencerminkan posisi riil pemilik di akhir periode.

Jurnal Penutup vs Jurnal Penyesuaian: Di Mana Bedanya

Ini salah satu sumber kebingungan yang paling sering terjadi, bahkan di kalangan mahasiswa akuntansi semester akhir sekalipun. Keduanya dibuat menjelang akhir periode, tapi tujuan dan dampaknya sangat berbeda.

Jurnal penyesuaian bertujuan memperbaiki saldo akun agar mencerminkan kondisi sesungguhnya. Misalnya, mencatat beban sewa yang sudah jatuh tempo tapi belum dibayar, atau pendapatan yang sudah diterima tapi belum dicatat. Jurnal penyesuaian tidak menutup akun. Saldo tetap ada dan akan terus mempengaruhi laporan.

Jurnal penutup dibuat setelah jurnal penyesuaian selesai. Tujuannya satu: mengosongkan akun nominal agar periode baru dimulai dari nol. Akun yang terlibat pun berbeda. Jurnal penyesuaian bisa melibatkan akun aset atau kewajiban, sedangkan jurnal penutup hanya menyentuh akun nominal dan akun pembantu modal.

Singkatnya: jurnal penyesuaian merapikan data, jurnal penutup menutup buku.

Baca juga: Cara Pakai AI untuk Kerja yang Benar-Benar Efektif

Cara Membuat Jurnal Penutup: 4 Langkah Berurutan

Ada empat langkah yang harus dilakukan secara urut. Melewatkan satu langkah atau membalik urutannya akan menghasilkan saldo yang tidak balance. Pastikan laporan laba rugi dan laporan perubahan modal sudah tersedia sebelum memulai, karena dari situlah angka-angka yang dibutuhkan diambil.

  1. Tutup akun pendapatan. Debit semua akun pendapatan dan kredit akun ikhtisar laba/rugi sebesar total pendapatan. Langkah ini memindahkan seluruh penghasilan periode berjalan ke akun perantara.
  2. Tutup akun beban. Debit akun ikhtisar laba/rugi dan kredit semua akun beban sebesar total beban. Setelah langkah ini, akun ikhtisar laba/rugi akan menunjukkan selisih antara pendapatan dan beban, yaitu laba atau rugi bersih.
  3. Tutup ikhtisar laba/rugi ke modal. Jika laba: debit ikhtisar laba/rugi dan kredit modal. Jika rugi: debit modal dan kredit ikhtisar laba/rugi. Langkah ini memindahkan hasil akhir periode langsung ke ekuitas pemilik.
  4. Tutup akun prive ke modal. Debit modal dan kredit prive sebesar total penarikan pemilik selama periode berjalan.

Setelah keempat langkah selesai, lakukan pengecekan: semua akun nominal harus bersaldo nol. Satu-satunya yang berubah secara permanen adalah akun modal, yang sekarang mencerminkan posisi keuangan riil pemilik di akhir periode.

Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Jasa

Misalnya, per 31 Desember 2024, CV Maju Bersama mencatat data berikut dari laporan laba ruginya:

AkunSaldo
Pendapatan JasaRp 50.000.000
Beban GajiRp 20.000.000
Beban SewaRp 5.000.000
Beban ListrikRp 2.000.000
Prive PemilikRp 3.000.000

Langkah 1: Menutup Akun Pendapatan

AkunDebitKredit
Pendapatan Jasa50.000.000
Ikhtisar Laba/Rugi50.000.000

Langkah 2: Menutup Akun Beban

Total beban = Rp 20.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 2.000.000 = Rp 27.000.000

AkunDebitKredit
Ikhtisar Laba/Rugi27.000.000
Beban Gaji20.000.000
Beban Sewa5.000.000
Beban Listrik2.000.000

Langkah 3: Menutup Ikhtisar Laba/Rugi ke Modal

Laba bersih = Rp 50.000.000 (pendapatan) – Rp 27.000.000 (total beban) = Rp 23.000.000. Karena perusahaan memperoleh laba, ikhtisar laba/rugi didebit dan modal dikreditkan.

AkunDebitKredit
Ikhtisar Laba/Rugi23.000.000
Modal Pemilik23.000.000

Langkah 4: Menutup Akun Prive

AkunDebitKredit
Modal Pemilik3.000.000
Prive3.000.000

Setelah keempat jurnal di atas diposting, akun pendapatan, beban, ikhtisar laba/rugi, dan prive semuanya bersaldo nol. Modal pemilik bertambah bersih sebesar Rp 20.000.000 (laba Rp 23.000.000 dikurangi prive Rp 3.000.000). Angka inilah yang akan menjadi saldo awal modal di periode akuntansi berikutnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan: contoh di atas adalah untuk perusahaan jasa dengan struktur akun yang sederhana. Pada perusahaan dagang, ada akun tambahan seperti Harga Pokok Penjualan (HPP) dan persediaan barang yang juga perlu diperhitungkan dalam proses penutupan. Kompleksitasnya bertambah, tapi prinsip dasarnya tetap sama: semua akun nominal harus ditutup dan dipindahkan ke akun permanen.

Baca juga: Effort Artinya Apa? Makna dan Contoh Penggunaannya

Jurnal penutup adalah langkah yang tidak bisa dilewati di akhir siklus akuntansi sesuai standar yang berlaku. Tanpanya, laporan keuangan periode berikutnya tidak akan mencerminkan kondisi yang sesungguhnya dan proses audit akan jauh lebih sulit. Dengan memahami empat akun yang terlibat dan empat langkah yang berurutan, proses pembuatannya sebenarnya cukup sistematis.

Scroll to Top